Bunga Cinta Untuk Kekasih

jikalau perawan merayang melayang,
ikan emas pandai berenang.
takdirnya beliau memang sayang,
karuan datang untuk meminang.
.
.
.
pantun by
Anna Noor Jannah.



Pantun Bosor makan
adalah pantun yang berisikan idiom berkenaan dengan perasaan cinta; sama dengan kangen, belas kasih sayang, kecewa, bahagia.

Kelong gelojoh termasuk kelong anak muda karena pantun ini lazimnya menceritakan pengalaman ataupun manah anak muda yang sedang dilanda buruk perut.

Pilihlah agamanya…

Pantun cinta kasih sayang. Pantun buat kekasih. Semoga tambah sayang. Dengan mengaji puisi lama ini.

Berikut ini kumpulan pantun gegares. 4 bait, 50, 100, sebatas 1000 bait. Ditulis sepenuh jiwa. Walau terkadang agak rumit.

Membuat puisi lama cinta yang romantis. Ditemani secangkir teh manis. Di petang musim yang gerimis. Buat ia yang manis.

Jangan ragu jangan bimbang. Ini bukan kelong gombal. Sekedar pantun berkasih-kasihan. Tentang rajin dan kasih camar.

Kasih sayang sepasang puspa hati. Wajib tumbuh di relung hati. Agar cinta tetap abadi. Cinta bersemayam sebatas mati.

Kasih pelahap cinta sejati. Jadikan hidup lebih bermakna. Jauh melangkah kedua kaki. Belaka terasa sangat berjasa.

Kelong Cinta Hadiah Sayang Buat Kerap Jarak Jauh

Mata indah di balik cadar.


Air arak diharamkan,
risikonya banyak hidup berlarut-larut.
Meskipun jarak memisahkan,
semua itu bukan penghalang.

Kalau ikan di kerumahtanggaan balong,
anakan bertunas di tengah taman.

Kalau cerbak sudah dalam,
jarak jauh terasa nyaman.

Langit biru terlihat sendu,
warna hijau spektakuler dan semu.
Jarak jauh tumbuhkan rindu,
mau cerbak intim denganmu.

Burung berkepanjangan burung nuri,
hingga sepemakan di pohon kenari.

Pemberian sayangku amat putih,
sebagai halnya embun di pagi hari.

berlabuh orang menunggu,
hendak berlayar ke Siantar.
Kalau jauh terasa rindu,
jika berjumpa terasa sececah.

Ambil bambu buat selumbar,
terbang serdak pecah cerutu.

Namamu kusebut selalu,
dalam doa setiap masa.

Belajar lukis dengan pensil,
mengapa kertas tidak rata.
Sebaiknya dia berhasil,
meraih apa cita-cita.

Bunga kenangan di paseban,
hadiah berpokok Paduka tuan Tuban.

Kasih semakin buruk perut besar,
meluluk engkau banyak berkorban.

Terputus dahan disambungkan,
hendak lever disatukan.
Kepada Allah kita mohonkan,
agar cepat dipertemukan.

Puisi lama Kasih Cerbak Cintaku Hanya Untukmu

Bermami-ribu para perupa,
doang satu memakan roti.

Beremak-ribu cewek yang manis,
doang kamu di internal hati.

Syair puisi kelong dan madah,
pujangga ciptakan sepenuh rasa.
Engkau tetap yang terindah,
dalam hidupku sepanjang masa.

Syamsu terbit datanglah pagi,
terbit pecah Tanjung Meranti.

Hanya untukmu selalu ini,
tetap untukmu hingga besok.

Anak uang wangi bernama selasih,
tumbuh terlarang di pinggir kali.
Detik dirimu curahkan rahmat,
vitalitas hampa gairah sekali lagi.

Pinggir sungai banyak nipah,
sayang airnya terasa sepah.

Pemberian sayang semakin berkecukupan,
jadikan hidupku semakin indah.

Anak kecil jadi pemayang,
malam perian menonton wayang.
Ketahuilah wahai sayang,
cinta ini penuh rahmat sayang.

Pita merah jenjang sekilan,
ambruk satu ke internal rantang.

Cintaku bagaikan wulan,
dipagari bintang-bintang.

Dari jauh para tamu,
nomplok untuk mengejar ikan.
Izinkan aku mencintaimu,
sayang sepanjang fragmen zaman.

Rahmat Majuh Tidak Pernah Pudar

Alangkah indah Ujung Pandang,
indah juga Kota Pinrang.

Dari sediakala beradu pandang,
wajahmu terbayang-bayang.

Prajurit jalan berselang-selang,
merinai keras kontol kutilang.
Dari terlampau hingga sekarang,
buruk perut hakiki tak pernah hilang.

Gunung Jati anak Rara Santang,
dikasihi juga disayang.

Walau banyak alai-belai datang,
teguh diriku tak pernah goyang.

Lahan ladang karuan gembur,
karena disiram air sumur.
Belas kasih comar semakin subur,
laksana semen yang ditabur.

kasih sayang dalam bait bait pantun

Lakukan apa menguburkan ranjau,
jangan perang kamu semai.

Belas kasih sayang tumbuh menghijau,
jiwa lapang hatipun damai.

Dongeng lama tentang peri,
peri menolong si puteri.
Kamu bagai bunga berseri,
suntingan spirit bijak bestari.

Di Dermaga banyak orang,
hilir mudik kanan dan kiri.

Tak kan pudar anugerah gegares,
tambah rapat persaudaraan masa ke hari.

Jikalau nuri hinggap di tiang,
ingin melihat ikan menyelam.
Jika hati tukar menyayang,
romantis tumbuh siang dan malam.

Papan rengat berpokok rawa,
banyak orang kepingin membawa

Cintamu hangat di dalam nyawa,
misal kilap semenjak sang surya.

Puisi lama Gegares Bertepuk Arah Tangan

Kemolekan pengantin namun untuk kaum wanita dan anak bini.

Pedih bukan manasuka pedih,
pedih tenggorokan makan kolak.

Terharu bukan acak sedih,
tersentuh perasaan karena caruk ditolak.

Pisau diasah di atas pemukul,
pukul kerdil diangkat ringan.
Inilah kisah minimum pilu,
cintaku bertepuk sisi tangan.

Walau batik jadi baju,
tetapi kalis kian laku.

Walau cantik walau ayu,
sahaja dia bukan jodohku.

kumpulan contoh pantun kasih dan sayang terbaru

Suara miring macan terdengar sember,
harimau renta bukan berkuku.

Walau air mata satu baldi,
tak ketel dia memufakati cintaku.

Sebuah nama punya kemujaraban,
berburu cap berdikit-dikit.
Biarlah aku bersedih hati,
kerjakan dia yang di hati.

Mayapada ini amat hina,
bagai si lanjut umur nan terkulai.

Pikiranpun duka gulana,
karena kasih nan tak sampai.

Mungkin hendak membeli lurik,
ayam aduan berpokok Pati.
Mungkinkah ada yang lebih baik,
selain gadis pujaan hati?

Anak asuh kecil giginya tanggal,
belum bertaruk brewok kumis.

Kuucapkan selamat tinggal,
duhai perempuan yang paling kecil manis.

Rayuan gosok alai-belai menjangan,
lakukan menggosok muka muka.
Mungkin esok atau tubin,
akan terobati sgala luka.

Pantun Demap I LOVE YOU

Jago merah kecil berpokok tungku,
apinya kecil habis papan.

Sudah lama kutunggu-tunggu,
kapan kamu bilang I Love You.

Pagi hari berangkat kerja,
kerjakan mengacapi gabah di sawah.
Jika cinta katakan sekadar,
bilang I Love You itu mudah.

Dunia ini hingar bingar,
jangan sampai ia tergoda.

Alat pendengar ini kepingin mendengar,
saat kau ucapkan introduksi caruk.

Lima waktu jangan abnormal,
selalu tunaikan sholat berdoa.
I Love You jangan sewenangwenang,
katakan pada individu nan disayang.

Beli jahe beli ketumbar,
potong deringo memakai saluk.

Mau bilang jantung berdebar,
bila I love You untukmu buruk perut.

Depan apartemen tanam lempuyang,
petak keras dicangkulkan.
Privat hati segunung sayang,
di bibir berat menyabdakan.

kalau pantun tentang kasih sayang mesra

Petang hari mencuil kayu,
untuk dibuat menjadi amben.

Bukan takut beberapa I love U,
tapi takut kau menolakku.

Seandainya hati sudah buta,
kepribadian baik amat langka.
Kalau memang sira cangap,
aku pasti kan menerima.

Bakal apa pati geni,
puasalah sesuai syariat Nabi.

Jika cintamu tulus kudrati,
kuterima sepenuh hati.

Pantun Kasih Cak acap Dan Sirik

Cinta misterius koteng nona.

Segala apa tanda kapal di ki akbar,
membagi logo walaupuh jauh.

Apa tanda orang jatuh cinta,
jikalau jauh merasa ribang.

Segala keunggulan kondominium istana,
semuanya tertumbuk pandangan bau kencur.
Apa tanda tumbuh burung laut,
terasa di dada rasa panas hati.

Kue cucur di dalam loyang,
masih hangat hendak disajikan.

Keki tanda kasih sayang,
bagi kekasih sang kultus.

Baju baru dari seberang,
Warnanya elok sangat rupawan.
Sentimen jangan arbitrer,
timburu demi kebahagiaan.

Bila pergi ke sudut pasar,
mengantri diri mesti sabar.

Bila keki bertambah besar,
pemberian sayang bisa bubar.

Kondominium sehat cerbak tulen,
disapu gadis sebagai seorang nona.
Ini pantun cinta kasih,
kasih selalu serta sayang.

Segala logo buah mempelam,
gambar bundar pangkat tangkainya.

Segala apa keunggulan orang konstan,
kerumahtanggaan hayat seiya sejadi.

Apa tanda masa petang,
tepi langit Barat merah warnanya.
Segala jenama turunan sayang,
kekasih dilindungi dari marabahaya.

Semenjak Palembang ke Payakumbuh,
di Pariman pula akhirnya bertemu.

Bagaimana cinta bisa tumbuh,
doakan dia dari hatimu.

Anak asuh Cina pergi ke pasar,
terlampau jalan yang amat gempal.
Bagaimana cerbak semakin segara,
hadapi dia dengan hati nan panjang usus.

Pantun Cinta Kasih Sayang Tahun Sore

Panjang ekor ikan antah,
walau panjang lain berkerangka.

Kronologi-jalan sore periode,
melepas penat damaikan diri.

Busana putih ujungnya berenda,
amat anggun dipakai pemudi.
Hujan abu drop baru reda,
amat fit hirup mega.

Bersorak anak hore hore,
mendapat buah salak pondoh.

Jalan-jalan tunggang sore,
siapa tahu bertemu inversi.

Telah lama ke pohon terup,
pohon kapuk banyak buahnya.
Sudah lama hati rindu,
menemukan retakan roh.

Harum wanginya bunga selasih,
terbanjur hujan daunnya basah.

Belahan jiwa tumpahan kasih,
wadah tenangkan resah gelisah.

Bila senja berwarna merah,
waktu magrib dekat tandanya.
Bila pemberian sayang tercurah,
hati inipun akan bahagia.

Panjat tinggi pakai tahapan,
mungkin yang cak hendak jadi purwa.
Tiada kusangka tiada kuduga,
bertemu dengan puspa hati lama.

Pulang pagi karena ronda,
adv amat mengantuk kedua mata.
Kini kamu mutakadim janda,
tapi wajahnya masih cantik jelita.

Pantun Gelojoh Kasih Sayang Nan Paling kecil Sani

Matahari dempang terbenam,
cahayanya tak lagi memuai.

Belas kasih diberi pelalah ditanam,
bosor makan sejati kan dituai.

Membuat bolu pakai loyang,
loyang ditaruh dihangatkan.

Puaskan diri mengebumikan pelalah,
bahagia pula yang kita dapatkan.

Rambut ikal turun tersurai,
duduk seorang di atas amben.

Cinta anugerah harus terurai,
lewat tutur dan tingkah laku.

Kayu jati bagi papan,
memakunya lampau segan.

Tutur kata lampau sopan,
anak adam lainpun pasti canggung.

Jangan suka meniru Barat,
ikuti ilham mulai sejak syariat.

Jangan suka mengumbar alat vital,
kekasih hatipun karuan khidmat.

Taruh kembali pisau belati,
karena tajam seperti mana duri.

Cinta kasih ada di hati,
biarlah tumbuh dan bersemarak.

Pandawa panca dan Kurawa,
mereka masih bersaudara.
Rahmat sayang terbit di semangat,
bila berjuang serempak.

Tuan bangsawan anak priyayi,
mengaji sendi pakai lentera.

Silih memuliakan menghargai,
kondominium tangga akur sejahtera.

Untuk apa ros berduri,
takdirnya akhirnya membetas pati.

Untuk apa menang sendiri,
kalau akhirnya seorang diri.

Bumi ini tempat cabaran,
banyak pula kesengsaraan.

Sangkut-paut demap perlu kesabaran,
jauhlah diri berusul pertikaian.

Kelong Cinta Hidayah Demap Hakiki Dunia Akhirat

Kudus sejati anakan melati,
anak uang menur idaman hati.

Bukanlah cinta yang sejati,
bila kekasihmu tersakiti.

Anak asuh gabus ahli berenang,
terbit paruh menghadap tepi.
Lever pasti merasa sepi,
bila cintamu cinta sejati.

Makan pagi pagi menenggak susu,
satu kerat nasi ketan.

Cinta masif bukan temperatur nafsu,
sering nan mencari keridhaan Allah.

Hindarkan diri berbangga-bangga,
mengirik nanti kaprikornus melarat.
Bawalah kekasihmu ke tasik,
telaga bahagia dunia darul baka.

Sembilu tajam bikin merincis,
daging sapi dikerat-kerat.

Jauhilah olehmu segala maksiat,
menjadi ikab di akhirat.

Baca :   Perawatan Sambung Bulu Mata

Tepung kanji lakukan senyawa,
rebut cuma satu genggaman.
Ikutilah pelajaran Quran,
perkataan nabi Nabi sebagai pegangan.

Arjuna satria pandai memanah,
pecah negeri pari berantah.

Seyogiannya rumah tinggi sakinah,
setia pada apa yang diperintah.

Warga surga punya ceteri,
berpunca berlian yang dahulu indah.
Perintah Allah memiliki hikmah,
mengikutinya mendapat berkah.

Jarum emas di n domestik peti,
hilang satu di taman melati.

Kasih sering nan sejati,
membawamu bahagia sampai besok.

Langit biru amat luasnya,
janjang tak teraih oleh tangga.
Bukan sahaja di mayapada,
orang iman cintanya hingga surga.

Kancil melompat kijing heran,
tupai nocat berburu makan.

Ajaklah buah hati belajar Quran,
kepada Allah kita dekatkan.

Sholat tahajud sebagai tambahan,
mengerjakannya dengan senang.
Siapa yang dempet kepada Tuhan,
hidup bahagia hatinya hening.

Bungkusan tani sedang menggarap lahan,
tatapannya jauh menerawang.

Kelihatannya nan menganakemaskan Tuhan,
hatinya diisi dengan karunia sayang.

Kuda berlari suku berderap,
suara terdengar semakin rapat persaudaraan.
Kepada Allah jua kita berharap,
sepatutnya cinta mengapalkan pemberian.

Banyak orang mengejar harta,
atma buruk pula nan diterima.

Cinta ceria mengangkut kita,
menuju surga bersama-ekuivalen.

Cukup sekian terimakasih. Pantun selalu hidayah sayang. Moga kita miliki hati yang putih. Kerap mesti diridhai Sang Maha Penyayang.

Terbaru cak bagi tahun 2020.

Kumpulan Pantun Cinta Tahun 2020

Bak rasa terimakasih cak bagi peziarah ki ajek, maka saya buatkan kembali beberapa kuplet pantun. Hendaknya senang ya.

kumpulan pantun cinta romantis

1. Puisi lama Sayang Membawa gelak Cak bagi Hiburan

Saat ini mari kita bermain pantun jenaka-lucuan sekedar bikin hiburan. Puisi lama kocak memang ngga ada matinya. Mari nikmati setiap baitnya.

Cinta Itu Memang Lucu.

[1] Bayi manis membiasakan tengkurap,
Seandainya roboh darah tersirap.

Gadis sekarang susah diharap,
Wajah safi birit berkurap.

[2] Santri pakar menghafal perbuatan nabi nabi muhammad,

Agar menjadi cerdik pandai hebat.


Kucoba-coba mencari gadis,

Upik kucari janda kudapat.

[3] Anak ayam makan di kali,
Pari sawah sedang disemprot.

Musim muda cantik sekali,
Setahun menikah bertepatan gendut.

[4] Bumbu kompor banyak kucai,
Daging habis lalu benak.

Pergi merantau berburu uang jasa,
Hati rindu mau pulang.

[5] Rusuh tinggi kunang-kunang,
Seperti mana bohlam membawa terang.

Kalau pulang sira kupinang,
Rupanya kamu sudah diambil orang.

[6] Orang desa kirim upeti,
Bakal raja yang bijaksana.

Dara manis ibadat hati,
Yang kudapat malah ibunya.

[7] Rendang padang mak-nyus bumbunya,

Loyal eksis selama zaman.


Ada enak nikahi ibunya,

Walau tua banyak pengalaman.

[8] Baju sensual ujung berenda,
Beli di pasar lupa dibawa.

Ada enaknya nikahi janda,
Baru sangkut-paut anak asuh sudah dua.

[9] Jangan senang makan ketimun,
Bukan termakan biji zakar terongnya.

Jangan suka duduk melamun,
Melamun itu banyak boongnya.

[10] Buah di pohon tolong rebut,
Ambil saja biji kemaluan mangga.

Katanya sudah mempunyai mobil,
Rupanya n kepunyaan fotonya sekadar.

2. Pantun Cinta Emosional Kebangetan. Idiosinkratis Lakukan Yang Sudah Nikahan.

kumpulan pantun cinta

[11] Minyak wangi wangi tiang gaharu,
Lidi kelapa menjadi sapu.

Aduh-aduh pengantin baru,
Duduk berdua jengah.

[12] Ada indahnya langit yang dramatis,
Ditambah angin yang menderu.

Ada enaknya jadi pengantin baru,
Masuk kamar langsung seru.

[13] Hujan abu drop belum mengetem,
Jalan asyik berorientasi desa.

Adik manis kultus lever,
Bolehkah abang mempersunting?

[14] Zakar kutilang ke lor,

‘tuk mengejar si merpati.


Harap apa Bang bilang saja,

Jangan dipendam dalam hati.

[15] Patera beringin amat lebatnya,
Jikalau terbakar keluar asapnya.

Merah ngantuk apa obatnya,
Sokong dong anugerah resepnya.

[16] Burung platuk kaki ikatkan,
Anak uang layu lupa disiram.

Sekiranya ngantuk saya buatkan,
Segelas kopi nan adv amat hitam.

[17]
Kampung jauh terasa sunyi,



Ikan berenang dalam kolam.




Sekiranya Abang minum akta,



Susah terkatup hingga malam.

[18] Ada kumbang di tumbuhan nyiur,
Itu dia sang kerawai janti.

Jadi abang maunya barang apa?
Adik sungguh tidak memahami.

[19] Ke toko membeli tisu,
Kalau habis menghindari ke pasar.

Takdirnya Abang cocoknya susu,
Netra mencium kaprikornus segar.

[20] seandainya ingin membeli tisu,
naiklah bahtera menyentuh hulu.

Kalau Merah harap susu,
Ayo kita masuk dalam kelambu.

3. Kelong Cinta Buat Pacar Jamak. Bikin Baper.

Pacaran itu haram. Kecuali kalau kamu sudah menikah. Pacaran dengan pasangan sahmu.

Ambillah kalau sudah begitu, pacarannya dapat pahala. Makin baik mesra setelah nikah, daripada pacaran mesra, sudah nikah sengsara.

Cak semau sejumlah puisi lama cinta untuk dipersembahkan pada tabo yang halal.

mencintai dan dicintai kekasih hati

[21] Nasi kuning di atas meja,
Minumnya dengan air kelapa.

Baru cuma mulai kerja,
Entah kenapa rindu tiba-tiba.

[22] Baju batik siapa yang mempunyai,
Jatuh satu ke atas pepaya.

Paras cantik siapa yang punya,
Yang memiliki tentu saja saya.

[23] Air mengalir dalam selang,

Sungguh jernih segar rasanya.


Bahagia bukan kepalang,

Punya ia yang setia.

[24] Kalam putri ke utara,
Terbang berhanyut-hanyut ke atas mega.

Hai sayang menengah segala apa?
Apakah kamu kangen lagi?

[25] Kalau jauh si pohon kembung,
Ke mana lebah hendak berburu.

Takdirnya jauh terasa rindu,
Kalau dempet bererak tidak ingin.

[26] Bukan rangkiang sembarang randu,
Randu kubis selevel tiang.

Tak rindu sembarang rindu,
Rindu adik manis yang kusayang.

[27] Enggak randu untuk jamu,

Kabu-kabu segara plong layon.


Lain aku ribang beliau,

Rindu malam, kapan ya hinggap?

[28] Buah pace mutakadim ranum,
Tumbuh hampir pohon petai.

Seandainya kamu sedang mesem,
bahagiaku enggak pernah usai.

[29] Tamtama wirawan bertempur,

Badan kotor timbrung lumpur.


Kepada Allah kita bersyukur,

Mudah-mudahan apartemen tangga cangap rukun.

[30] Daun nangka sudah lalu lanjut usia,
Tempat menggantung rumah lebah. s
Kepada Yang mahakuasa jua meminta,
Moga rumah tataran rajin berkah.

4. Pantun cinta anak muda yang mengejar separuh usia.

Periode muda merupakan masa-periode bergelorannya pelalah. Akan tetapi kadang mereka enggak perhubungan berpikir panjang. Yang penting fisiknya bagus. Kurang mencela tata susila.

Sedangkan dalam kondominium tangga, kegagahan cinta itu ditentukan oleh etik yang indah.

[31]

Kenapa sawah banyak kerbau,
Kerbau menyiangi abadi tenaga.

Kenapa hati cangap risau,
Karena jodoh belum berjumpa.

[32] Buahnya manis daunnya deras,
Anak asuh belanda memakan keju.

Anaknya manis sungguh menawan hati,
Comar cucu adam tuanya tak setuju.

[33] Waktu pagi minum teh tarik,

Perbaraan mengepul siapa memasak.


Anaknya manis tinggal menarik,

Tapi sayang akhlaknya rusak.

[34] Kemana hendak mencari selasih,
Minuman segar tambah melati.

Kemana hendak mencari puspa hati,
Yang loyal dan palamarta.

[35] Dongeng lama tentang Sinta,
Menikah dengan si Rama.

Kepada Allah aku meminta,
Kekasih hati nan tegar.

[36] Kecapi basah lima kilo,
Rakit bambu tampak menepi.

Seperti ini susahnya jadi jomblo,
Kehidupan seorang hatinya sepi.

[37] Layangan putus jatuh ke siapa,

Alas awi rumah panda.


Cari bandingan susah sekali,

ada yang cakap sayangnya janda.

[38] Sarang naning lewat strata,
Pohonnya terpotong karena gempa.

Cari pasangan ke mana lagi,
Ada yang bohay, anaknya dua.

[39] Segala apa harus membeli tenda,
Lusa berkemah di waktu selasa.

Segala apa harus mendapat janda,
Walau janda tapi montok luar biasa.

[40] Burung perkutut burung belatuk,
Lihat sayapnya adv amat indah.

Cari jodoh bukan yang cantik,
Nan penting paham tentang agama.

5. Pantun belalah momongan sekolah, cinta kunyuk cak acap karet.

Musim sekolah katanya tahun paling indah. Karena di sanalah sediakala mengenal rajin.

Padahal cintanya doang burung laut beruk. Maupun cinta-cintaan. Bukan cak acap yang ter-hormat.

Kecuali kalau cinta membaca, hijrah. Maka lazimnya barulah mereka luang bahwa cak berpacaran itu haram. Haram hukumnya. Kecuali takdirnya sudah menikah.

[41] Kue habis ada yang meminang,
Belang-belang kulit rusa.

Apakah ini namanya cinta,
Kalau berjumpa lain tentu rasa.

[42] Dari utara ke selatan,

Siang bolong turun hujan.


Sosok yang baik dan perhatian,

Membuat hati dirundung kehausan.

[43] Air menenggak dari boleh jadi,
Kali jabal amat jernihnya.

Jika senyum manis sekali,
Cak canggung aku jadinya.

[44] Adzan maghrib adzan isya
Terdengar slalu spanjang tahun.

Tapi ini hanya sebuah rasa,
Mana tahu saja bercampur dosa.

[45] Gerimis turun hadir pelangi,
Tipar subur huma ubi.

Cinta sejati harus yang syar’i,
Sesuai ramalan dari Rasul.

[46] Daripada keluyuran,

Lebih baik main ke musuh.


Daripada berpacaran,

Lebih baik menggapai tahun depan.

[47] Batu kali indah berbaris,
Kelihatannya mengalir airnya lancar.

Biarlah kini banyak sparing,
Agar cita-cita bisa kedapatan.

[48] Syair mulia di ujung pen,
Dicipta maka dari itu para pujangga.

Takdirnya jodoh tak kemana,
walau jauh pasti berjumpa.

[49] Pulang kampung hari raya,
Jauh-jauh naik kereta.

Bagaimana akan bahagia,
Takdirnya maksiat campuri cinta.

[50] Anak kecil suka ngeces,
Seyogiannya bersih sokong usapkan.

Kalau kamu mutakadim sukses,
Banyak dara memimpikan.

6. Pantun camar ala santri, yang hanya santri yang mengerti.

[51] Manis-manis biji zakar nangka,
Daunya hijau amat lebarnya.

Kalau sira mubtada’
Aku kepingin makara khobar-nya.

[52] Perkembangan-jalan ke persil Arab,
Jangan lewat distrik Sodom.

Dalam cinta aku berharap,

Moga melebur bagai idghom.

[53] Air menetes keramik basah,
Jalan setapak jalannya kecil.

Moga majuh tiada terpisah,
Sama dengan fi’il dengan fa’il.

[54] Itu sinar apa petir,
Berpelita tanpa suara.

Aku ini fail mustatir,
Walau enggak kelihatan, sayang terserah.

[55] Main-main di pancuran,

Duduk santai di radiks kelapa.


Tidak usah berpacaran,

Pacaran itu dilarang agama.

[56] Belanda datang pejuang menyerbu,
Berbudaya terus tak pernah ragu.

Aku cak hendak kamu menjadi ibu,
Ibu dari anak asuh-anakku.

[57]

Basah lantai gaun menggambar,
Mendaki ke genteng pakai tangga.

Sudah pandai juga rupawan,
Itulah ciri haur kedewaan.

[58] Terbang tingkatan butuh selalu,

Pantai tepi banyak kerambil.


Kadang timburu sangat enigmatis,

Mirip seperti abc ikhfa.

[59] Bungkus nasi daun keladi,
Cari daunnya yang cukup bogok.

Majuh kepadamu seperti itu jelas,
Serupa dengan syariat idzhar.

[60] Piknik ke Jakarta,
Menaiki bis lewat pantura.

Kepada Allah aku meminta,
Mudahmudahan bahagia rumah tangga.

7. Pantun cinta anak-anak nan dipersembahkan bakal ayah.

Takdirnya ayahku caruk berkorban. Lakukan kami anak-anaknya. Tentu semata-mata pengorbanan itu begitu segara. Sehingga terkenang demap.

Baca :   Buah Buahan Untuk Penyakit Tipes

Ayah adalah pejuang. Pejuang untuk kesenangan keluarga. Bait-bait pantun ini tentunya persembahan khusus bersumber anak kepada sang ayah.

pantun cinta yang untuk ayah 4 bait.

[61] Mega mendung terlihat sendu,
Hujan roboh di daerah hulu.

Pada ayah aku merindu
Terkenang masa kecil dahulu.

[62]

Lembah giri ada kaldera,
Kabut tipis melayah-layah.

Terasa cinta sedemikian itu mesra,
Dari tangan seorang ayah.

[63] Masuk flat ucapkan salam,

Tanah luas suka-suka pekarangan.


Ayah bekerja siang dan malam,

Agar batih tak kekurangan.

[64] Hari petang karib kolam,
Awas banyak sarang lebah.

Kadang datang sebatas malam,
Tubuh payah mencari nafkah.

[65] Dari tara datang beruang,
Beruang antitesis memangsa iwak.

Ayah engkau merupakan pejuang,
Burung laut ini kami berikan.

[66] Kancil gecul tidurnya rebah,
Haus dahaga langsung minum.

Walau medium langka payah,
Ayah berusaha untuk mesem.

[67]
Gaun kotor segera ganti,



Pakai parfum wangi melati.




Ayah aku berjanji dalam lever,



bahagiakan engkau satu musim nanti.

[68] Makan bakso refleks di kunyah
Lezatnya tidak kepalang
Rindu sekali lega ayah,
Pron bila ayah dapat pulang.

[69] Pagi hari guyur melati
Malam malam memencilkan meronda
Moga kami jadi anak asuh berbakti,
Membagakan ayah dan bunda.

[70] Air menetes di atas batu,
Alai-belai berpokok karena pukul.

Doa kami di setiap musim,
Moga bahagia mengirimu sayang.

8. Puisi lama caruk yang isinya pakai bahasa inggris. Ngerti ngga ya?

kata kata pantun

[71] dipagi hari cak semau belalang
disiang musim malah bergoyang
Aku berpantun hanya sejumlah,
I miss you adek sayang.

[72] Ayo mari kita makan
Makannya dengan wafer
Ingin sekali kukatakan,

I love you forever.

[73] Beli makanan isinya mini
meskipun mini saja keren
Dalam hidup diriku ini,
You are my best friend.

[74] Batang air Musi sangat pesek,

Hari lapar menyingkir ke kedai.


Ingin sekali bertanya laporan,

How are you today?

[75] Lidah pedas bersantap sambal,
Surya jarang hidung mimisan.

Enggak aku menggombal,

You are my brightest sun.

[76]

Manis pepaya,

Pahit lempuyang.


Udah lampau ya,

See you besar perut.

[77] Pinggang sakit pakai kemben,
Naik tinggi kondominium susun.

Ini Miskin benar udah ribang,
I’ll go home soon.

[78] Ocehan burung terdengar riang,

Indah sekali batu ruby.


Selamat pagi sayang,


I love you my baby. .

[79] Pasang kelambu,
Kamarnya keren.

Cintaku padamu,
Tak perpautan the end.

[80] Lepa serdak kerumahtanggaan loyang,
Belakang hari pagi jual ke pasar.

Jangan lupa abang sayang,
Nanti lilin lebah suka-suka acara besar.

9. Pantun cangap full pakai bahasa Indonesia atau Melayu Nusantara.

Puisi lama Melayu ialah pantun yang paling kecil banyak tercatat dalam sentral-buku. Puisi lama memang sudah menjadi budaya bangsa Jawi.

Baik Melayu nan habis di Singapore, Malaysia, alias Indonesia. Semuanya mengenal seni berpantun.

sayang sayang

[81]

Rawi terbit tandanya siang,
Jukut strata namanya ilalang.

Lever sedih pikiran melayang,
Kekasih hati diambil makhluk.

[82] Warna putih tepung bubur sagu,
Seputih kembang bunga melati.

Bibir mana tahu aliansi berjanji,
Akan tunak setakat sepi.

[83] Sembayan segentong kenapa tumpah,
Jika tumpah banyak ruginya.

Oral kali yang gabungan bersumpah,
Akan setia untuk selama-lamanya.

[84] Jikalau bambu jadikan tangga,
Menaiki ke atas tentu bisa.

Kalau panas di rumah tangga,
Mungkin kita banyak dosa.

[85] Penyair belalah membuat madah,
Seniman kadang banyak tingkah.

Kalau di rumah banyak ibadah,
Cinta bertaruk bertambah berkah.

[86] Badak titit sering berteman,
Indra perasa sakit merasa hambar.

Sering itu laksana pohon,
Bisa layu boleh juga mekar.

[87] Bayu bertiup ke arah kidul,
Berhembus meniup daun lalang.

Layu cinta karena pembelotan,
Demap lama boleh-bisa penyap.

[88] Tak diberi jangan meminta,

Itulah kesusilaan orang mulia.


Jikalau memang benar bosor makan,

Datang saja pinang si kamu.

[89] Pulang Bangka tempatnya lada,
Pantainya tahir banyak kerang.

Ingin lamar komisi tak ada,
Tak dipinang nanti diambil khalayak.

[90] Kembang tua cepat layu,
Tempat datang si belalang.

Awas jangan mudah dirayu,
Oleh lelaki si hangit belang.

10. Puisi lama kerap yang menyibakkan rasa cemburu.

[91] Senja hari langit memerah,
Bangau terbang tiada lelah.

Sekiranya aku pengen murka,
Memangnya riuk?

[92] Mawar rente berduri,
Inspirasi penggemar seni.

Sekali lagi bete sendiri,
Ngga pengen ditemani.

[93] Reja beludru dalam peti,
Taruh di atas tempatnya tingkatan.

Jago merah cemburu menguras lever,
Ringgis bosor makan bukan lama lagi.

[94] Laut privat airnya biru,

Kalau asin tak bisa diminum.


Seandainya aku masih keki

Lain mungkin bibir ini tersenyum.

[95] Langit senja menginjak mengepal,
Rawi bagai turun ke tepinya.

Mengapa harus marah?
Kalau tidak cak semau apinya.

[96] Pokok kayu besar bertunas di hutan,
Kicau burung enggak henti-henti.

Tutung api memberahikan di tubuh,
Terbakar hasad panas di hati.

[97] Bebek cobek di atas bidang datar,

Jangan taruh n domestik peti.


Liat sira cuek aja,


Cemburu aku setengah mati.

[98] Padang ki boyak gelanggang berburu,
Tersandung batu terasa pedih.

Saya ini kuat cemburu,
Itulah sebabnya demap sedih.

[99] Langit biru terpandang ahmar,
Itu tandanya mutakadim senja.

Cemburu jangan dilawan berang,
Cemburu itu tandanya selalu.

[100] Pipit hingga di sumber akar nangka,
Tangkai boncel mudah patah.

Kalau sirik katakan saja,
Kamu diam aku serba salah.

Pergi ke Bandung naik kereta,
Beli tiket di sini sahaja.

Kalau buah hati cemburu buta,
Buang ia ke laut aja.

11. Pantun cinta gombal tapi lakukan pelahap.

Kamu tahu kan artinya gombal. Introduksi-kata batu yang berlebihan. Tapi banyak orang yang suka digombalin.

Ini dia kelong gombal nan bikin kamu tambah sayang. Sebagiannya jenaka, ada juga gombalan yang emosional. Simak belaka bilang kuplet adv amat.

kata kata romantis pantun

[101] Beli gaun ujung bolong,
Rusak gaun karena jengkal.

Lain aku berkata bohong,
Cintaku padamu seluas lautan.

[102] Takdirnya beli gula abang,
Cicipi silam sedikit saja.

Seandainya adik sedang murka,
Rasanya sempit seluruh marcapada.

[103] Pohon tua lekas tumbang,
Bekas bertindak si anak kumbang.

Saja adik di hati bangkang,
Cintaku satu tidak bercabang.

[104] Satu titik dua koma,

Baca banyak nongkrong dulu.


Bolehkah aku bertanya,

Jauh darimu kenapa rindu?

[105] dari sungai datang pacet,
lintah naik ke tengah sawah.

Aku sedang jatuh sering,
Berulangulang ke basyar yang sama.

[106] Satu titik dua koma,
Suatu larik jangan dilupa.

Kalau boleh aku menyoal,
Kamu yang manis milik siapa?

[107] Petir menyahut rasa menyambar,
Langit kelam terpandang pekat.

Dag dig dug hati berdebar,
Mengaram dia kronologi mendekat.

[108] Kayu jatuh bintang sartan jembatan,
Kronologi setapak cenderung hulu.

Untuk kamu yang ingatan,
Sebaiknya kamu jadi jodohku.

[109] Nyamuk harimau terkurung dalam kelambu,
Banyak cicak hendak gado.

Demi cintaku kepadamu,
Oto mercy aku belikan.

[110] Kaligrafi huruf berseni,
Pajang di dinding tuk keanggunan.

Entah kenapa dengan lidahku ini,
Makan masakanmu pasti ketagihan.

12. Pantun cinta untuk dikirimkan setiap hari.

Tercabut itu setiap hari. Jangan sahaja sekali.

Yang terdepan orang nan dicintainya suatu. Anjlok cintanya berulang-ulang, sebatas tua kemudian hari.

Puisi lama cinta hari Senin.

[111] Wanita hamil memiliki janin,
Setengah daging tak bertulang.

Kalau datang waktu Senin,
Hati gemar enggak kepalang.

[112] Beriman itu kaum mukminin,
Dengan iman hidupnya berkah.

Selamat berhari Senin,

Moga rezeki makin kian.

Hari Selasa

[113] Halikuljabbar itu Maha Esa,
kepadaNya beribadah.

Walau datang musim Selasa
Rinduku padamu tak berubah.

[114] Gegares melayang di angkasa,
Kado mulia terhias pita.

Perian ini tahun Selasa,
Hatiku masih mumbung cinta.

Tahun Rabu.

[115] Tahta indah si sultan,
Terbakar suntuk menjadi tepung.

Kalau datang hari Alat pernapasan,

Cintaku kok malah menggebu-gebu.

[116] Gunung tinggi gunung merbabu,
Jago merah hidup di ujung sumbu.

Tahun spesial Musim Rabu,

Karena kepadamu bertambah kangen.

Hari Kamis.

[117] Busana putih bergaris-garis,
Surai hitam disemir klimis.

Hari ini tahun Kamis,
Aku kok makin optimis.

[118] Berudu hijau legit ditumis,
Bersantap iwak tambah petis.

Kalau nomplok tahun kamis,
Start-tiba aku tambah romantis.

Hari Jum’at.

[119] Seri benderang karna kilauan,
Turun gunung membidik lembah.

Tahun Jum’at musim raya,
Banyak-banyak amal ibadah.

[120] Hidup bahagia karena hemat,
Suku kancil terkena jerat.

Banyak dandan di hari Jum’at,
Supaya hati lebih tercantol.

Waktu Sabtu.

[121] Air berputar di solokan,
Tutup air pecah keran.

Selamat datang penghabisan pekan,
Tahun suka kerjakan liburan.

[122] Sungai lebat banyak betutu,
Dibakar sepatutnya dapat suguh.

Memang suka di hari Sabtu,
Boleh berkumpul bisa berlawan.

Periode Minggu.

[123] Pagi pagi makan bubur,
Bumbu kacang mesti dicampur.

Seandainya perian, suka-suka hari vakansi,
Jikalau cintaku, tak gabungan pudar.

[124] Mangga kueni, buah kedondong,
Main ke sini, dong.

13. Menyayangi Bendera Raya Yang Serupa itu Indah.

Jangan hanya masalah caruk asmara. Cerbak itu luas.

Termasuk nan sangat terdepan adalah mencintai lingkungan kita. Jangan setakat lingkungan tembelang. Karena begitu lingkungan rusak, maka makhluk juga yang mendapatkan imbasnya.

[125] Laut dalam tepinya berbusa,
Arena berlayar perahu sumbuk.

Betapa indah pemandangan desa,
Bugar udaranya, asri suasana.

[126] Daun beringin banyak dahan,

Bisa dibuat meja bersantap.


Tunggul ini anugerah dari Tuhan,

ayo sama-sama kita lestarikan.

[127] Rusa kecil namanya menjangan,
Walau kecil mukanya menggerenyam.

Jangan buang sampah merawang,
Lingkungan kotor, alampun rusak.

[128] Singa memangsa menjangan memohon,
Seri syamsu sungguh ki gandrung.

Banyak-banyak menanam pokok kayu,
Cak agar liwa semakin plonco.

[129] Rino hidup di ujung kulon,
Ada tanduk di kepala. s
Dagangan kelihatannya menanam pohon,
Akan banyak menabun pahala.

[130] Kuda membawa sebuah pelana,
Bagi mendaki jalan ke desa.

Dari mana datangnya bencana,
Bisa jadi karena dosa kita.

Pelihara Lingkungan Sekolah dan Sekitar.

[131] Usia aswa setengah baya,
Makin tua si jerapah.

Alam desa harus terjaga,
Jangan dikotori dengan sampah.

[132] Tari seudati tari saman,
Foto lama album kenangan.

Jika ingin hidup nyaman,
Jangan buah sampah sembarangan.

[133] Jangan basyar menjadi menggadang,
Usia muda akhirnya burit.

Kalau lingkungan semakin busuk,
Akan banyak bencana hinggap.

Baca :   Download Lagu Wajib Gugur Bunga Mp3

[134] Bunga elok karena nektar,
Mekar di dahan daunnya lebat.

Selalu bersihkan mileu seputar,
agar umum sayang sehat.

[135] Awan harum karena kenanga,
Benih padi banyak ditebar.

Mari kita mengebumikan rente,
Rumah nyaman udara segar.

14. Pantun Uang kecil Ikan hiu, dibaca silam biar perhatian segak.

[136] Lauk hiu ikan layang.
Tentu i love you sayang.

[137] Ikan hiu ikan teri.

I love you setakat ranah.

[138] Ikan hiu lauk cakalang,
I love you ngga bilang-bilang.

[139] Ikan hiu ikan belanak,
Kamu i love you, aku mo berak.

[140] Ikan hiu ikan tengiri.

I love you setiap hari.

[141] Ikan hiu bersantap umpan.

I love you hai tampan.

[142] Ikan hiu naik ke selokan.


I love you pagi ini.

[143] Iwak hiu sang kumbang janti.

I love you sampai kemudian hari.

[144] Ikan hiu matanya tegak.

I love you seumur umur.

[145] Ikan hiu timbrung ke kelihatannya.

I love you, sampai di sini.

15. Pantun sering lilin batik hari suami istri gelap.

[146] Terserah keris di tanaman kelapa,
Manis rasanya buah pepaya.

Adik manis menengah apa?
Mari tidur bersama saya.

[147] Marcapada ini sifatnya fana,
Candrasa berisi bermula baja.

Tidurnya akan datang sahaja,
Kalau ingin tidur duluan aja.

[148] Ayam terban akan berhasil,
Lari cepat dikejar kucing.

Ingin lever cepat tidur,
Tapi pemimpin terasa galau.

[149] Takdirnya ayam dikerja kucing,
Karena takut larinya lambat.

Takdirnya komandan madya mencacau,
Biar adik ambilkan perunding.

[150] Jalan-perkembangan ke Cianjur,
Hati senang hatiku riang.

Pelelang toko tidaklah terbukti,
Inginnya dipijat olehmu bosor makan.

[151] Hari libur pergi memancing,
Mata pancing terkait plong kain.

Kalau dipijat abang makin pusing,
Ujung-ujungnya mohon yang lain.

[152] Kalau kail terkena kain,
Bertambah baik lepaskan saja.

Kalau memang minta yang enggak,
Adik manis kabulkan saja.

[153] Buah tua bertambah ranum,
Buah manis dari mempelam.

Dipijat saja belum,
Abang sudah harap yang ngga-ngga.

[154] Ikan hiu ikan teri,
Tegal lama tumbuh pala.

Kita ini junjungan istri gelap,
Di kasurpun bisa cari pahala.

16. Pantun Mau Tidur, Nyindir N antipoda dan Para Jomblo

[155] Iwak hiu iwak teri,
Panggang suatu di atas api.

Dasar roh maskulin beristri,
Mau tidur kamarnya kemas.

[156] Main bola main futsal,
Perut lapar makan bolu.

Sudah menikah terlebih menyesal,
Tau enak, kenapa tidak bersumber adv amat.

[157] Anak nangis mau jajan,

Urut-urutan jauh sudah lain bangun.


Walau tidur di masa hujan,

Kenapa raga tegar hangat.

[158] Pergi ke pasar beli kasturi,
Abuk tempe buat mendoan.

Ada susahnya sudah beristri,
Sebelum tidur usap-cumbuan.

[159] Beras terbeli lima kilo,
Jual padi lima kintal.

Kasihan sekali teman yang jomblo,
Kalau tidur memeluk bantal.

[160] Iwak kerapu ikan buntal,
Demen berenang di marginal.

Aku tidur memeluk bantal,
Bantalnya bisa kentut tapi ki menenangkan amarah.

17. Kangen Laki, Pantunnya Mesra Sekali

[161] Ujung pisau lewat tajam,
Untuk mengejar besok belakang hari.

Lilin batik-malam tak terlayang,
Hendak tidur tidak bisa-boleh.

[162] Lahan tidur ditanam labuh,
Labuh ditanam tumbuh buah noni.

Terpikir kamu yang jauh,
Kamu memang mewujudkan rindu.

[163] Kenapa pergi satu windu,
Terkirim salam lega si bayu.

Kenapa dalam hati ada rindu,
Karena aku memang i love you.

[164] Pangeran Jawa ke negeri Campa,

Gelar bangsawan mangkubumi.


Sepi seorang pikiran hampa,

Kangen lewat pada junjungan.

[165] Main batu di dekat rumah jaga,
Tatap kembang menginjak merunjung.

Jika teringat pengorbananmu,
Ingin rasanya hatiku dikecup.

[166] Rhoma Irama berkelana,
Tiada yang kenal kelihatannya dia.

Bagaimana kabar di sana,
Fokus saja dengan kerja.

[167] Besar bangkai pohon meranti,
Kalau turun menimpa padi.

Di sini aku caruk menanti,
Bosor makan setia apapun yang terjadi.

[168] Ikan tambak disambar nasar,
Walau dikejar tak didapatkan.

Bila malam menclok menjelang,
Rasanya elusanmu yang kuharapkan.

[169]
Lemak masakan bumbu jintan,



Jejas kutung pasang pengikat.




Berterima kasih punya suami pengertian,



Untuk keluarga kerap berkorban.

[170] Kotak ajaib jangan pindahkan,
Misteri menggudangkan kekayaan.

Hendaknya Halikuljabbar selalu mudahkan,
Moga bertambah pundi kesukaan.

18. Pantun Pagi Hari, Seharusnya Tambah Peranakan

[171] Kampung durian semenjana kenduri,
Selalu bersahabat tak bertumbukan.

Mari bangun di subuh musim,
Tunaikan sholat, sujud puas illahi.

[172]
Palembang kota Sriwijaya,



Berkawan dengan negeri Campa.




Takdirnya ingin semangat bahagia,



Ibadah kepada Allah jangan dilupa.

[173] Kecap manis dalam rantang,
Ambil satu privat genggaman.

Kecup manis kecup sayang,
Agar kekasih terbangunkan.

[174] Anak asuh Melayu suka melempar,
Meninggalkan ke pantai berburu siput.

Pagi waktu banyak istigfar,
Jiwa tahir hatipun tenang.

[175] Madu manis berasal tawon,
Biji kedelai privat tampah.

Pagi hari penuh berkah,
Sadar pagi kandungan melimpah.

[176] Kayu tajam ditancapkan,
Pelir amoi resah ke awan.

Assalamu alaikum aku ucapkan,
Bikin semua kawan-persekutuan dagang.

[177] Perkembangan berliku menju ancala,
Dari timur ke selatan.

Sekiranya matahari mutakadim pecah,
Tanda masih ada kesempatan.

[178] Siang periode rujak-rujakan,

Duri di jalan disingkirkan.


Urusan marcapada diolah,

Jangan banyak dipikirkan.

[179] Lewati selat ke Pulau Jawa,
Buah tangan keripik mangga.

Tekad bulat di dalam jiwa,
Mari bergerak sekuat tenaga.

[180] Tindasan manis di atas meja,
Tiang bakar jebluk ke dipan.

Sebelum menginjak kerja,
Jangan lupa untuk sarapan.

Berdzikir Pagi Petang.

[181] Jika kepingin belajar renang,
Belajar di sungai yang membentang.

Jika cak hendak kehidupan tenang,
Jangan lupa dzikir pagi petang.

[182] Batu keras bisa leleh,
Kalau terguyur air raksa.

Kerjakan segala apa arwah menyambat,
Merintih itu pasti sengsara.

[183] Titit puyuh kalam puter,
Air jernih dari sumur.

Banyak-banyak kita berlega hati,
Supaya usia semakin makmur.

[184] Dari Arena ke Sibolga,
Tubuh erak menaiki kereta.

Cinta bukan rawak cinta,
Comar dari Sang pencipta seberinda.

[185] Kerawat panjang sedepa,
Kalau mengikat amat kuatnya.

Jika Allah menjatah cinta,
Tanda hamba akan bahagia.

[186] Permai sekali tunggul desa,
Tanaman tumbuh di tegal sawah.

Cintailah olehmu sesama manusia,
Supaya disayang oleh Sang Pembentuk.

[187] Memasak gulai dengan panci,
Simpan air intern tangki.

Takdirnya di hati banyak benci,
Hati terbakar makanya iri keki.

[188] Jaran kosen milik panglima,
Raja nilik dengan mahkota.

Pemberian caruk kepada sesama,
Bab rezeki semakin terbuka.

[189] Urut-urutan kaki pakai gamparan,
Bagai pesilat mengambara.

Untuk segala apa harta melimpah,
Seandainya hatinya cerbak sengsara.

[190] Laut luas tempat ikan,
Rama-rama main di yojana.

Selamat pagi aku ucapkan,
Moga sukses, oponen-tara!

20. Puisi lama cinta untuk seseorang.

Kadang kita kepingin mengirimkan pantun bagi seseorang. Tapi enggak tahu bagaimana cara takhlik kelong.

Sekarang tidak perlu bimbang. Karena di sini banyak sekali pantun yang bisa dikirimkan untuk seseorang.

kumpulan pantun cinta kasih sayang

Puisi lama sedih untuk eks nan menikah duluan.

[201]

Lilin lebah-lilin batik pening kalong,
Bersantap buah, biji zakar kedondong.

Aku tidak berkata bohong,
Kamu menikah aku sedih dong.

[202] Radikal gigi sang buaya katak,
Kancil lari di pundaknya.

Sepatutnya sira hidup bahagia,
Dengan dia yang kamu sering.

[203] Dahulu semua tak plus,
Hanya ada buah pala.

Pacaran kita hanya dosa,
Sekarang cintamu dapat pahala.

[204] Raja mengirim adipati,
Cak bertengger tabib bercerita.

Cintailah anda semesta hati,
Jadikan dia wanita bahagia.

[205] Baju gamis baju kebaya,
Membeli suatu boleh dua.

Cintai dia dengan setia,
Karena itu yang diharap wanita.

Pantun untuk laki nan tekor pengertian.

[206] Supaya pandai hendaknya sekolah,
Belajar ilmu jangan dilupa.

Tak belaka kamu yang payah,
Istri di kondominium pula banyak bekerja.

[207] Mawar merah tangkai berangka,
Lebih sani bunga kenanga.

Sekiranya ingin dihormati istri,
Jadilah suami munjung cinta.

[208] Lain semata-mata rente setaman,
Kembang mekar beri keharuman.

Bukan doang kepada teman,
Istri lagi pelir perhatian.

[209] Untuk apa membeli tangga,
Jika belah di ujungnya.

Bagi apa berumah tangga,
Jikalau lisan pandai berdusta.

[210] Ini ubi atau iwak,
Tidak direbus terlebih dipanggang.

Ini junjungan atau bukan,
Cak semau ulam-ulam sukar dipegang.

Puisi lama kerjakan candik.

[211] Saat purnama sungai pasang,
Menjatah rendang di gombang.

Terimakasih istriku demap,
Telah mengirimkan kebahagiaan.

[212] Coba mengaji huruf dieja,
Lambat laun nanti bisa.

Walau payah tubuh berkarya,
Pulang ke kondominium rasa bahagia.

[213] Jalan-kronologi ke tepi laut kuta,
Rawa bening banyak sepatnya.

Istri shalehah bagaikan permata,
Suntuk mahal mutakadim mendapatkannya.

[214] Lung kecil untuk panah,
Menusuk batu lautan sebongkah.

Jika amputan sudah qonaah,
Rezeki sedikit menjadi berkah.

[215] Walau mendapat ikan pari,
Bertambah enak iwak cakalang.

Walau bertemu saban hari,
Rasa sayang lain pernah kurang.


Puisi lama cinta buat perempuan.

[216] Ros merah kayu cangkul berduri,
Walau berduri sungguh harumnya.

Indra mancung roman gilanggemilang,
Kalau boleh tahu siapa namanya?

[217] Karet batik siapa yang memiliki
Dijual di pasar privat lempengan.

Wanita cantik mana tahu nan punya?
Masihkah dibuka pendaftaran.

[218] Rambut mata tertentang lentik,
Banyak nan suka si anak asuh cak beranja-anja.

Aku memang belum baik,
Tapi cak hendak melihatmu bahagia.

[219] Sayap berdanur di kain batik,
Pempek beraduk cuka.

Sudah cantik, orangnya baik.
Telah tentu banyak nan suka.

[220] Panjang tongkat sehasta,
jatuh ke sawah pari ketan.

Jika boleh aku menanyakan,
Berikan aku kesempatan.

Pantun cinta cak bagi sahabat.

[221] Penangkap ikan sibuk sedang mengikat,
Perahu gawang tatahan pahat.

Sangat bahagia punya sahabat,
Teman bermain teman curhat.

[222]
Tanah liat bakal gerabah,



Tertentang ajaib terkesima.




Walau esok kita berpisah,



Persahabatan kukuh penting.

[223] Kain zakiah dalam lemari,
Lemari es menggudangkan ikan tenggiri.

Ubah sokong ubah memberi,
Itulah sahabat yang sejati.

[224] Warna bagus berma magenta,
Bagai pelangi aneka rupa.

Untuk sahabatku yang tercinta,
Moga hidupmu selalu bahagia.

[225] Suket teki suka merebak,
Menembus batu serta bata.

Dibilang sahabat memang sahabat,
Tapi kenapa ada rasa cinta?

.
.
.
\dah oke pantunnya.\ jika masih kurang. tuh di sumber akar masih banyak.\

Anna Noor Jannah. 90\09\00

Bunga Cinta Untuk Kekasih

Source: https://pantuncinta2000.blogspot.com/2016/10/pantun-cinta-kasih-sayang.html

Check Also

Kalkulator Kredit Bunga Menurun

Kalkulator Kredit Bunga Menurun Selain bunga flat dan bunga efektif, bunga anuitas sering dipakai oleh …