Polip pulpa adalah peradangan pada pulpa di penggalan tengah transmisi yang bertembuk maupun transmisi yang sudah kehilangan struktur. Simak penjelasan lengkap akan halnya gejala hingga cara mengobatinya di sumber akar ini.

Polip Pulpa: Gejala, Penyebab, Pengobatan, dan Pencegahan

Apa itu Polip Pulpa puas Gigi?

Pulpa polip atau polip pulpa yaitu peradangan pulpa akibat iritasi, penumpukan mikroba, gigi bertembuk, alias ki kesulitan gigi lainnya yang menyebabkan fasad berarti pada dentin dan struktur transmisi. Pulpa ialah jaringan ikat sabar yang terdiri berbunga elemen saraf, tenggorokan pembawaan, dan sel pembentuk persneling yang terletak sreg sentral setiap transmisi.

Gigi bertembuk atau gigi yang terpotong sudah enggak memiliki lapisan penaung gigi yang kuat. Akibatnya, akumulasi bakteri masuk ke n domestik pulpa persneling dan menyebabkan peradangan. Peradangan pada pulpa tersebut adalah bentuk dari respon imun terhadap serangan bakteri di internal transmisi dan ucapan.

Bila Anda menemukan adanya benjolan panjang usus warna dadu di bagian perdua gigi nan berlubang, itulah nan disebut polip pulpa puas gigi. Polip transmisi sekali lagi disebut dengan pulpitis hiperplastik kronis atau pulpitis proliferatif. Kondisi ini lebih sering terjadi sreg anak-anak nan mengalami gigi berlubang ataupun terpenggal gigi.

Baca Juga: Bilamana Waktu yang Tepat bagi Rebut Persneling? Kenali Tandanya!

Gejala Polip Pulpa

Polip (pertumbuhan jaringan) pada pulpa gigi biasanya berwatak asimtomatik (enggak bergejala). Gejala akan muncul bila lubang gigi atau kerusakan persneling sangat parah sampai mahkota gigi rusak dan jaringan internal gigi ternganga.

Berikut ini gejala pulpa polip secara awam:

  • Benjolan, jaringan lunak, ataupun nodul yang keluar bersumber permukaan gigi bertembuk (biasanya benjolan muncul di tengah gigi berlubang).
  • Benjolan tersebut akan mengembung memenuhi semua ruang gigi nan berlubang.
  • Permukaan benjolan memiliki warna biram mulai dewasa, merah, keputihan, dan bertekstur halus.
  • Jaringan panjang usus tersebut dapat bersampingan dengan gingiva (gusi) terhampir.
  • Sulit mengunyah puas adegan pulpa yang meradang dan meradang.
  • Pendarahan barangkali terjadi pada jaringan kepala dingin tersebut.
  • Nyeri gigi secara publik dari intensitas ringan hingga sedang.
Baca :   Pola Rajut Motif Daun

Gejala hanya muncul puas satu bagian gigi bertembuk yang sudah parah, tetapi bisa terjadi bersamaan bila ada dua gigi bertembuk (atau lebih) sreg musim yang sama. Umumnya, basal hanya terjadi pada pulpa (putaran kerumahtanggaan transmisi) dan enggak memengaruhi isit.

Kapan Harus ke Dokter?

Sebaiknya, segera konsultasi gigi bila mengalami kondisi gigi bertembuk sebelum fasad transmisi bertambah parah ataupun polip unjuk plong persneling. Ia juga harus periksa gigi setidaknya 6 wulan sekali bikin kontrol kesehatan gigi secara keseluruhan.

Penyebab Polip Pulpa

Penyebab pulpa polip ialah gigi bertembuk nan semakin besar karena tak ditangani. Kondisi ini membentuk bakteri mudah masuk ke dalam jaringan gigi dan memicu peradangan. Berikut ini penyebabnya:

  • Akumulasi serangan bakteri pada gigi nan rusak.
  • Iritasi gigi.
  • Gigi berlubang raksasa.
  • Kebinasaan pulpa gigi yang masih muda.
  • Cedera pada transmisi sebagaimana transmisi patah nan tidak diperbaiki.
  • Mahkota transmisi yang kesuntukan struktur utuh.
  • Hipersensitif gigi.
  • Faktor hormonal termasuk hormon estrogen dan progesteron.

Semua kondisi baik trauma ataupun karies gigi nan lain ditangani akan menyebabkan peradangan pulpa akibat ofensif mikroba pada gigi dan mulut.

Faktor Risiko Polip Pulpa

Mungkin saja yang lebih rentan mengalami pulpa polip pada gigi?

  • Anak asuh-anak asuh, terutama anak usia 2 periode maupun lebih muda dimana mereka masih mengalami pertumbuhan gigi awal.
  • Siapa saja (anak-anak atau dewasa akil balig) yang dahulu di negara berkembang di mana kebersihan gigi dan mulut belum menjadi prioritas.
  • Semua orang yang mengalami transmisi bertembuk dan bukan segera ditambal ataupun ditangani.
  • Polip pulpa galibnya terjadi pada gigi molar atau gigi geraham yang berlubang.
  • Lebih majuh terjadi pada anak asuh karena giginya memiliki ruang pulpa yang besar.

Baca Sekali lagi: Mengenal Atypical Odontalgia, Nyeri Kronis di Area Arena Pencabutan Gigi

Diagnosis Polip Pulpa

Mantri gigi akan melakukan wawancara seputar gejala dan mutakadim berapa lama gejala tersebut berlangsung. Kemudian, dokter akan mengerjakan pengawasan secara klinis untuk memastikan tingkat kerusakan gigi bertembuk dan seberapa besar surat berharga peradangan plong pulpa gigi.

Baca :   Cara Menata Tanaman Bunga Di Depan Rumah

Dokter kali akan menyarankan pengawasan persneling lainnya, tercatat:

  • Rontgen gigi:
    Pemeriksaan gigi menggunakan pencitraan sinar-X untuk mengerti lebih jelas kerusakan transmisi dan menentukan rencana perawatan gigi selanjutnya.
  • Pemeriksaan histologis:
    Mantri akan mengambil sampel jaringan pulpa dan memeriksanya di laboratorium. Sensor ini pula bertujuan untuk memastikan apakah ada kelainan atau infeksi bukan pada pulpa.
  • Radiografi intraoral:
    Menganalisis tingkat kerusakan gigi bila lesi peradangan melibatkan tulang alveolar (tulang yang membentuk soket gigi) di sekitar transmisi nan rusak.

Cara Menguasai Polip Pulpa

Ada beberapa sortiran proteksi pulpa polip sreg gigi disesuaikan dengan tingkat kerusakan gigi. Sinse akan mensyurkan perawatan gigi tertinggal, obat antinyeri, atau prosedur aksi gigi bila gigi bertembuk tinggal parah.

Berikut ini beberapa pendirian menyembuhkan polip pulpa yang penting untuk Anda tahu, di antaranya:

1. Obat Antinyeri

Dokter akan memberi resep pelamar antinyeri oral bikin mengatasi peradangan pulpa. Dokter mungkin juga meresepkan obat antibiotik pasta yang diaplikasikan langusung ke gigi yang terinfeksi agar pulpa segera kempis. Bila sudah kempis, dokter akan menyelidiki ulang apakah transmisi berlubang tersebut semoga ditambal atau dicabut sekadar.

2. Pencabutan Pulpa

Pembedahan kerjakan mengangkat pulpa yang membesar beserta dengan jaringan pulpa bersumber penggalan akar. Prosedur ini juga disebut dengan pulpotomi yang dilakukan hanya bila peradangan pulpa dekat dan memengaruhi akar persneling.

3. Perombakan Gigi

Selepas peradangan pulpa sembuh, dukun dapat menimang-nimang lakukan perbaikan gigi atau menjajari struktur gigi seperti mana sediakala. Restorasi transmisi dilakukan dengan beberapa metode, terdaftar menambal persneling, menggunakan implan, gigi palsu, atau membangun ulang
dental bridge
(persneling tiruan).

4. Cabut Gigi

Apabila gigi berlubang sudah lalu mengalami kerusakan yang cukup parah, dokter akan menyarankan opsi cabut gigi. Sebelum cabut gigi, Anda harus memeriksa kondisi persneling beberapa kali hingga gigi yang rusak kesepakatan dan boleh dicabut.

Baca :   Tempat Jual Bunga Hidup Di Jogja

Masalah Polip Pulpa

Pulpa polip pada gigi yakni masalah dari gigi berlubang. Komplikasi lain yang kelihatannya terjadi, terdaftar:

  • Super-erupsi gigi, ketika gigi beringsut jauh dari tulang dan gusi.
  • Osteomielitis pada rahang, infeksi benak rahang.
  • Impaksi persneling, gigi baru yang tumbuh.
  • Kerusakan gigi yang kian mendalam.
  • Kesulitan gayem dan makan.

Cara Mencegah Polip Pulpa

Prinsip mencegah kondisi ini merupakan dengan menjaga kesegaran serta kebersihan transmisi dan mulut. Bila mengalami gejala persneling bertembuk, segera periksa ke tabib gigi dan ki membungkam gigi mudahmudahan lubang tidak lebih pepat. Selebihnya, sikat persneling minimal dua kali sehari dan sebelum tidur, serta gunakan obat bergurah bila perlu bagi mencegah transmisi berlubang.

  1. Anonim. Journal of Indian Academy of Lisan Medicine and Radiology. 2015.
    Pulp polyp – A periapical lesion: Radiographic observational study. https://www.jiaomr.in/article.asp?issn=0972-1363;year=2015;volume=27;issue=1;spage=68;epage=71;aulast=Suresh. (Diakses pada 23 November 2020).
  2. Catherine M Flaitz, DDS, MS Professor of Oral and Maxillofacial Pathology, Department of Diagnostic and Biological Sciences, University of Colorado School of Dental Medicine, Anschutz Medical Campus; Adjunct Professor, Division of Pediatric Dentistry, The Ohio State University College of Dentistry. 2014.
    Pulp Polyp.
    https://emedicine.medscape.com/article/1076860-overview. (Diakses puas 23 November 2020).
  3. Res, J Clin. 2016.
    Management of Chronic Hyperplastic Pulpitis in Mandibular Molars of Middle Aged Adults- A Multidisciplinary Approach.
    https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4740721/. (Diakses pada 23 November 2020).

DokterSehat
|
© 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak cipta Dilindungi