Cara Merawat Kacang Tanah Agar Berbuah Lebat

Sumber Susuk : Ilmubudidaya.com

Oleh

FRANSISKUS HARYANTO, SST
,

(Pengajar Perkebunan Semenjana)

BPP WAIWERANG

     PENDAHULUAN

Biji pelir kakao yaitu riuk suatu komoditas perkebunan yang cukup besar di WKBPP Waiwerang. Sayangnya, produksi biji pelir kakao ini masih belum optimal di WKBPP Waiwerang. Ini dipengaruhi oleh banyak faktor, sebagai halnya sistem budidaya kakao yang kurang tepat, cara pemeliharaan tanaman kakao yang tidak sesuai, pemupukan kakao nan tidak tepat dosis dan sasaran, hingga bidasan hama dan penyakit yang bisa mengedrop produksi biji kemaluan kakao secara drastis dan cepat.

Karuan tetapi, kecelakaan akibat hal-hal teknis nan riuk ini boleh menyebabkan kerugian budidaya kakao nan enggak sedikit. Bahkan, banyak pula peladang tanaman kakao yang harus menebang pohon kakao nya akibat kecelakaan nan terus ditanggungnya.

Lalu, bagaimana caranya hendaknya hal tersebut tidak menghampiri Ia? Mari simak penjelasan tentang panduan cara budidaya kakao agar berbuntut baplang dan menguntungkan berikut ini:

Syarat Bertaruk Tumbuhan Kakao

Syarat tumbuh tanaman kakao teristiadat menjadi perhatian khusus sebelum Anda memutuskan lakukan mengamalkan budidaya pohon kakao. Sebab, seandainya syarat tumbuh tumbuhan kakao tidak terpenuhi, maka proses budidaya kakao pun tidak akan laju. Berikut ini syarat merecup tanaman kakao:

  1. Kebesaran 0-600 mdpl.
  2. Curah hujan 1.500-2.500 mm/periode.
  3. Kemiringan tanah <45%
  4. Kedalaman tanah <150 cm
  5. Suhu optimum 18-320C
  6. pH 4.0-8.5, namun pH optimumnya yaitu 6.0-7.0
  7. Tekstur persil 50% berpasir, 10-20% abu, dan 30-40% lempung berpasir.

Syarat Penghijauan Dan Persiapan Lahan Budidaya Kakao

Jarak Tanam

Jarak tanam yang bisa diterapkan dalam proses budidaya tanaman kakao meliputi 2 tipe jarak tanam. Engkau dapat memilih pelecok satunya, disesuaikan dengan kondisi lahan dan preferensi Sira. Berikut ini jarak tanam yang bisa Anda terapkan:

  1. Jarak tanam 3mX3m, dengan kebutuhan bibit per 1 ha adalah 1.111 pohon. Sehingga membutuhkan persediaan tanaman sulaman sebanyak 20% dari jumlah tanaman, yaitu 222 pohon kakao.
  2. Jarak tanam 4mX2m, dengan kebutuhan bibit saban 1 ha merupakan 1.250 pokok kayu. Sehingga membutuhkan persediaan tanaman sulaman sebanyak 20% dari total tanaman, yaitu 250 tumbuhan kakao.

Lubang Tanam Dan Persiapan Lahan

Lubang tanam mutakadim harus disiapkan sekurang-kurangnya 6 wulan sebelum tanam. Ukuran yang dianjurkan yaitu 60X60X60X60 cm.

Pasca- lubang tanam dibuat, masukkan Granule Bio Organik GDM SaMe nan sudah lalu dicampurkan dengan tanah atas. Dosis yang dianjurkan merupakan 150 kg/ha, kemudian tutup lubang tanam dengan campuran persil dan Granule Bio Organik GDM SaMe tersebut.

Selepas tanah ditutup, lanjutkan dengan mencacah gorong-gorong tanam yang sudah tertutup dengan menggunakan GDM Black BOS. Caranya adalah dengan mengencerkan 1 gelas air mineral kedalam tangki injeksi.

Semprotkan larutan air dan GDM Black BOS tersebut ke seluruh lubang tanam setakat memenuhi dosis, yaitu 10 kg/ha. Ini bertujuan untuk mempersiapkan lahan agar bisa memproduksi unsure hara dalam total banyak, yang nantinya dibutuhkan oleh bibit tanaman.

Baca :   Cara Menyalakan Kompor Gas Delizia

Jikalau lubang tanam sudah siap, Anda sudah bisa berangkat menanam bibit kakao, setidaknya 3 bulan pasca- lubang tanam dibuat. Tanamlah bibit kakao pada tadinya musim hujan, agar penjagaan tanaman kakao mulai dewasa lebih mudah.

Tanaman Penaung

Pokok kayu penaung atau pohon penaung sangat dibutuhkan sebelum bibit kakao ditanam. Pastikan tumbuhan pelindung sudah siap sebelum bibit tanaman kakao ditanam.

Kriteria tanaman penaung yang baik yakni bisa menerimakan intensitas binar 30-50% secara langsung ke tanaman kakao. Ini berniat untuk memasrahkan semarak rawi langsung kepada tanaman kakao, namun enggak terlalu berlebihan.

Mandu Penanaman

Kaidah menanam coklat tidak banyak berbeda dengan teknik penghijauan tanaman tak. Berikut ini teknik cara mengetanahkan coklat yang baik dan benar.

  1. Siapkan bibit yang mutakadim Dia beli dari pihak pembibitan kakao
  2. Pastikan bibit tanaman kakao Anda bebas berpangkal bidasan hama dan penyakit.
  3. Angkut sari yang Anda dapatkan terbit tempat pembibitan kakao ke samping gorong-gorong tanam masing-masing.
  4. Sobek polybag perlahan, kemudian masukkan kapling dan bibit tanaman kakao kedalam gorong-gorong tanam yang telah disiapkan.
  5. Tutup terowongan tanam menggunakan tanah awalnya.
  6. Sirami sari kakao dengan air hingga basah.

Terus bikin penyiraman dan proteksi kakao yang baru dipindah tanam. Apabila periode hujan abu, Kamu dapat menyesuaikan dengan kesungguhan hujan abu yang membasahi persil.

Dosis Fertilisasi Kakao Yang Tepat Sesuai dengan Fase Perftumbuhan

Selain penanaman kakao nan benar, pemupukan kakao juga harus dilakukan dengan benar dan sesuai dosis. Ini bertujuan agar upaya pemupukan yang Dia lakukan tidak terbuang, dan langsung terserap oleh pohon, sehingga pertumbuhan dan urut-urutan tumbuhan kakao Engkau bisa optimal.

Disarankan untuk melakukan pemupukan kakao menggunakan kawul organik. Ini berujud kiranya serat yang diserap tanaman bisa memenuhi kebutuhan tumbuhan, sekadar tidak subversif keseimbangan ekosistem didalam petak.

Dengan begitu, unsure hara dan mikroorganisme didalam tanah masih konstan terjaga dan loyal subur. Sehingga Anda tak perlu melakukan pemupukan dalam kuantitas osean dikemudian hari.

Gunakan kembali produk yang mengandung mikroorganisme alami, agar bisa membantu memperbaiki unsure hara kapling dan menjaga keseimbangan ekosistemnya. Komoditas yang disarankan ialah rangkaian Kawul GDM Organik, yang terdisi dari Granule Bio Organik GDM SaMe, Pupuk Organik Cairan GDM Spesialis Tanaman Perkebunan, dan GDM Black BOS.

Ketiga produk tersebut sudah diformulasi secara tepat bagi dapat memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman. Sehingga pertumbuhan dan perkembangan pohon kakao bisa optimal.

Dosis pemupukan kakao nan disarankan yakni:

Saat Pengolahan Petak

  1. Campur lapisan atas gorong-gorong tanam kakao dengan Granule Bio Organik GDM SaMe, dengan dosis 150 kg/ha.
  2. Semprot liang tanam dengan hancuran nan terdiri dari 1 kaca GDM Black Atasan nan sudah lalu dicampur dengan air didalam tangki injeksi. Kerjakan hingga menyempurnakan dosis 10 kg/ha.

Pemupukan Saat Pokok kayu umur 0-1 perian

  1. Taburkan secara merata Granule Bio Organik GDM SaMedi     sekitar tanaman kakao, dengan dosis 150 gr/pohon. Ulangi pengaplikasian setiap 6 bulan.
  2. Semprot lubang tanam dan daerah perakaran dengan hancuran nan terdiri terbit 1 gelas GDM Black BOS yang sudah dicampur dengan air didalam tangki semprot. Bagi sebatas memenuhi dosis 10 kg/ha. Ulangi pengaplikasian setiap 6 wulan sekali.
  3. Semprot tanaman, utamanya radiks daun dengan larutan yang terdiri berusul Pupuk Organik Enceran GDM Spesialis Tanaman Perkebunan nan sudah lalu dicampur dengan air didalam tangki semprot. Lakukan sebatas memenuhi dosis 8 liter/ha. Ulangi pengaplikasian setiap bulan. Ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan zat makanan tanaman disetiap waktu.
Baca :   Download Lagu Wajib Gugur Bunga

Fertilisasi Saat Pohon vitalitas >1 musim Dan Tanaman Belum Menghasilkan (TBM)

  1. Taburkan secara merata Granule Bio Organik GDM SaMe di sekitar tanaman kakao, dengan dosis 150 gr/pohon. Ulangi pengaplikasian setiap 6 wulan.
  2. Semprot lubang tanam dan daerah perakaran dengan larutan yang terdiri dari 1 gelas GDM Black Bos yang sudah dicampur dengan air didalam tangki semprot. Lakukan hingga menetapi dosis 10 kg/ha. Ulangi pengaplikasian setiap 6 rembulan sekali.
  3. Semprot pokok kayu, utamanya radiks patera dengan larutan yang terdiri berpunca Cendawan Organik Cair GDM Spesialis Tanaman Perkebunan yang sudah dicampur dengan air didalam tangki semprot. Buat hingga memenuhi dosis 11 liter/ha. Ulangi pengaplikasian setiap 2 bulan. Ini berniat cak bagi menunaikan janji kebutuhan nutrisi tanaman disetiap waktu, mengacapkan pertumbuhan pohon dan mempersiapkan tanaman moga cepat berbuah.

Pemupukan Saat Tanaman Menghasilkan (TM)

  1. Taburkan secara merata Granule Bio Organik GDM SaMe di sekitar tanaman kakao, dengan dosis 150 gr/pohon. Ulangi pengaplikasian setiap 6 bulan.
  2. Semprot gua tanam dan area perakaran dengan hancuran yang terdiri dari 1 beling GDM Black BOSyang mutakadim dicampur dengan air didalam tangki suntikan. Lakukan hingga memenuhi dosis 10 kg/ha. Ulangi pengaplikasian setiap 6 bulan sekali.
  3. Suntikan tanaman, utamanya radiks daun dengan larutan yang terdiri dari Pupuk Organik Cair GDM Spesialis Pokok kayu Pertanian yang telah dicampur dengan air didalam tangki semprot. Lakukan setakat memenuhi dosis 11 liter/ha. Ulangi pengaplikasian setiap 3 bulan. Ini bertujuan untuk menyempurnakan kebutuhan nutrisi pohon dan mendukung mengoptimalkan produktivitas biji pelir kakao.

Nah, itu adalah dosis pemupukan kakao, sesuai dengan fase pertumbuhannya. Sebab, tanaman berumur 0-1 waktu, pohon belum menghasilkan dan tanaman telah menghasilkan tentu cuma membutuhkan nutrisi nan farik-beda.

Dengan mengikuti dosis pempukan tersebut, maka tanaman kakao bisa tumbuh dan berkembang dengan lebih cepat, serta cepat berbuah. Selain itu, pemupukan yang tepat dosis dan tepat target tentu boleh menghemat dan mengefektifkan pengeluaran biaya.

Pemeliharaan Tanaman Kakao

Cak semau bilang hal nan perlu diperhatikan sebagai upaya dan cara merawat pokok kayu coklat kiranya berbuntut lebat. Mulai dari penyiangan, pemangkasan, penyiraman hingga pengendalian hama dan penyakit. Lakukan bertambah jelasnya, berikut ini teknik pemeliharaan pohon kakao yang wajib Anda terapkan:

Pemangkasan Pada Budidaya Kakao

Pemangkasan merupakan upaya bakal mengurangi ranting tanaman kakao yang berlebihan. Berikut ini maksud dari pemangkasan ranting pohon kakao:

  1. Membentuk dan mempersiapkan kerangka dasar pada simpang tanaman kakao, mudahmudahan langgeng dan baik.
  2. Memperlancar proses respirasi, karena dapat mengatak masuknya sinar matahari secara optimal, sehingga pohon dapat lebih produktif.
  3. Memicu peningkatan produktifitas bunga dan biji kemaluan.
  4. Pemotongan cabang yang remai terlampau bermakna untuk mencegah dan menekan penyebaran hama dan penyakit.
Baca :   Limit Digibank Live Fresh

Setelah mengarifi maksud dan manfaat pemangkasan, sekarang Anda harus mengetahui pendirian pemangkasan silang yang benar, agar harapan baik pemangkasan bisa terpuaskan. Berikut ini cara pemangkasan cabang tanaman kakao yang baik dan benar:

Mandu Pemangkasan Pada Budidaya Kakao

Dalam pemangkasan silang pohon kakao, dibedakan berdasarkan tujuannya. Berikut ini jenis-jenis pemangkasan cabang kakao yang perlu Dia terapkan:

Pemangkasan Bentuk

Pemangkasan bentuk terlazim dilakukan saat tanaman berumur 8-12 bulan, atau detik tanaman masih belum menghasilkan (TBM).  Pemangkasan kerangka ini bertujuan untuk membentuk kerangkan nan lestari dan seimbang, sehingga tanaman bukan mudah roboh.

Mandu pemangkasan kerangka:

Pilih 3 cabang primer dari jorket yang kuat pertumbuhannya, kemudian atur cabang-cabang sekunder hendaknya tumbuh ke segala apa jihat. Selain berusul itu, Anda boleh memangkasnya.

Pemangkasan Pemeliharaan Dan Produksi

Pemangkasan perlindungan dan produksi ini dilakukan ketika pokok kayu sudah lalu menghasilkan (TM).  Ini bertujuan cak bagi mempertahankan rencana yang sudah lalu terpelajar mulai sejak pemangkasan bentuk sebelumnya. Sehingga dapat takhlik penanda luas patera (ILD) teguh optimal, yaitu 3,5-5,7.

Cara pemangkasan perlindungan dan produksi:

Cara Pemangkasan pemeliharaan dan produksi adalah dengan mebuang cagak sekunder pada jarak 30-60 cm dari simpang jorket atau cabang yang tidak diperlukan, seperti cagak balik, cabang terlindungi, dan cabang yang timbrung kedalam kop tanaman tak. Lakukan pemangkasan ini setiap 6-8 kali setiap tahunnya. Selain itu, keluarkan pun recup air setiap 2-4 minggu sekali.

Pemangkasan Buat Debirokratisasi Tajuk

Seperti nan dilakukan pada pemangkasan pemeliharaan, pemangkasan bikin pemendekan tajuk ini bertujuan kerjakan membatasi tahapan tajuk tanaman. Sehingga tinggi tajuk bisa rata antara 3,5-4 meter sahaja.

Lakukan pemangkasan untuk pemendekan titel ini setidaknya satu tahun sekali, disaat musim hujan. Hindari pemangkasan ini detik masa kemarau, saat tanaman bermula, atau saat pokok kayu masih sesak kecil.

Penyiangan

Penyiangan atau upaya bagi membasmi tanaman pengganggu/gulma perlu dilakukan sebaiknya penyedotan gizi maka itu tanaman boleh optimal. Ini berniat agar persaingan pendudukan unsure hara didalam tanah tidak terjadi.

Dengan begitu, pertumbuhan dan jalan pokok kayu bisa optimal. Karena seluruh unsure hara boleh diserap oleh pohon kakao. Ini ialah salah satu cara merawat tanaman coklat agar bertelur deras.

Lakukan penyiangan secara rutin setidaknya sebulan sekali. Sira dapat menggunakan pendirian stereotip atau menunggangi alat. Itu disesuaikan dengan kemampuan Anda.

Cara Merawat Kacang Tanah Agar Berbuah Lebat

Source: http://cybex.pertanian.go.id/artikel/95046/panduan-lengkap-budidaya-kakao-agar-berbuah-lebat/

Check Also

Cara Tanam Bunga Kenanga

Bunga kenanga nan telah melangkaui proses penyulingan dengan patra atsiri nan dihasilkannya yakni komoditi ekspor …