Karangan Bunga Digunakan Pada Saat

Karangan Bunga Digunakan Pada Saat

tirto.id – Sebelum banyak orang menganggap kurat Cupid seumpama lambang persuaan dua sejoli, benda itu pernah menjadi tulangtulangan kemarahan tragis si empunya. Alkisah Cupid, sang anak Dewa Aprodite, tengah tersipu-sipu-jengahnya dengan kesombongan Batara Apollo. Untuk memudahkan kekesalannya, ia menggunakan senjata nan kamu punya untuk memutuskan hukum Apollo.

Cupid mengambil 2 momongan sorot nan berbeda, momongan panah emas yang tajam (anak panah besar perut) ditembakkan tepat di jantung Apollo, sedangkan momongan panah lainnya yaitu anak asuh panah timah yang tumpul (anak cerah kebencian) ditembakkan ke sebelah Dafne. Akibatnya Apollo menjadi sangat mencintai Dafne sedangkan Dafne menjadi silam membenci Apollo, dan dimulailah buru-mengejar antara Apollo dan Dafne.

Dafne, si anak Betara sungai Paneus, lari mencecah ujung dunia, dan Apollo pun mengejar Dafne dengan dipenuhi birahi. Di titik kelelahannya, Dafne lamar ayahnya mengubah dirinya menjadi pohon. Dewa Paneus pun menidakkan putrinya menjadi pohon Laurel (pohon salam). Cuaca Cupid ternyata bekerja tragis, Apollo nekad memperistri pohon salam tersebut.

“Kau tetap akan menjadi pohonku. Aku akan mengenakanmu sebagai mahkotaku. Aku akan menjadikanmu sebagai harpaku dan kancah anak panahku, dan detik para penakluk Roma membawa kemenangan ke Capitol, kau akan dirangkai menjadi pergaulan bunga misal mahkota mereka. Dan seperti keabadianku, kau akan bosor makan baru, dan patera-daunmu tidak akan gugur,” prolog Apollo.

Sejak saat itu Apollo mengenakan rangkaian Laurel di kepalanya. Aliansi bunga yang di periode selanjutnya digunakan umpama tanda baca keberhasilan dan prestasi di pesta Olimpiade di Yunani dan Roma.

Di Olimpiade bersejarah, tidak tersedia tanda jasa emas, perak, atau perunggu. Saja ada satu juara per acara. Sang pemenang akan dimahkotai dengan karangan bunga zaitun tiruan Zeus di Olympia. Untuk menghormati adat istiadat historis tersebut, di musim 2004 gubahan bunga zaitun juga diberikan pada pemenang Olimpiade Musim Panas di Athena. Hal ini dilakukan karena Olimpiade diadakan di Yunani—di sini, bunga disakralkan dalam Olimpiade.

Baca :   Cara Membuat Bunga Dari Koran Yang Mudah

Di Polandia, garitan bunga dikenal umpama
wieniec,
yang adalah bunyi bahasa utama Harvest Festival, Dozynki. Karangan bunga tersebut terbuat dari berbagai pokok kayu biji-bijian yang dipanen, berangkat mulai sejak buah hingga bin-kacangan, bagaikan kerangka rasa syukur mereka atas hasil penuaian yang mereka songsong.
Wieniec
kemudian dibawa ke gereja untuk diberkati pater. Prosesi tersebut diikuti dengan perayaan dan pesta.

Saat ini, karangan bunga hasil penuaian umum digunakan sebagai hiasan flat tangga di Eropa. Menurut
Encyclopedia of Religion and Ethics, tulisan anak uang hasil panen ini dikaitkan dengan aliran spiritual animisme. Lakukan mereka, karangan bunga hasil panen adalah jimat asli. Gubahan ini disusun menggunakan cante ataupun tanaman pengetaman lainnya, nan dijalin dengan benang kamhar warna merah dan ceria. Anakan hasil panen tersebut akan digantung di gerbang sepanjang tahun.

Internal muslihat
Plague and the Athenian Imagination: Drama, History and the Cult of Asclepius
dituliskan sekali lagi mengenai goresan bunga hasil panen dalam sebuah prosesi ritual eiresione. Upacara tersebut ditujukan untuk Dionysus, Oschophoria dan Anthesteria, tiga betara tanaman anggur.

Karangan bunga hasil pengetaman akan dibawa ke Pianopsia dan Thargelia maka dari itu anak lelaki remaja, yang akan bernyanyi sepanjang perjalanan. Terdapat kembali karangan bunga zaitun yang akan digantung di pintu dan seterusnya digunakan sebagai persembahan. Ritual ini dilakukan dengan penantian atas perlindungan terhadap kegagalan penuaian dan wabah penyakit.

Dalam leluri umat Nasrani di Rusia, karangan bunga digunakan cak bagi anju musim Adven, dalam anju bagi Christmastide dan Epiphanytide, dan untuk memestakan dua musim liturgis yang terakhir. Karangan bunga ini, seperti riasan Adven dan Natal lainnya, berulangulang dibuat sreg perian Minggu mula-mula Adven. Karangan bunga Adven dan Natal dibangun berpokok pohon evergreen yang mengoper umur abadi nan dibawa melampaui Yesus dan bentuk melingkar dari gubahan bunga mewakili Tuhan—tanpa awal dan akhir.

Baca :   Rak Sepatu Dari Paralon Pvc

Johann Hinrich Wichern, seorang Pendeta Lutheran, perpautan menggunakan coretan anak uang bikin mendidik anak-anak mengenai makna dan tujuan Natal dan pendekatannya, sehingga memajukan versi beradab dari karangan Adven.

Pada era Victoria, karangan anakan hadir sekali lagi dalam prosesi pekuburan. Rente mewakili vitalitas dan kebangkitan. Bunga individual yang digunakan internal catatan bunga tersebut adalah cypress dan willow. Dua bunga ini identik dengan suasana berkabung bagi orang-individu Victoria. Simbol karangan bunga senyatanya sudah lalu digunakan di pemakaman sejak zaman Yunani Bersejarah. Karangan rente tersebut digunakan untuk mengoper galengan jiwa kekal. Karangan bunga juga bisa digunakan untuk mengenang orang-khalayak nan tersesat di laut. Dalam upacara tersebut, catatan bunga kebanyakan dihanyutkan bersama ombak menuju tengah lautan.

Dalam lingkup garis haluan, karangan bunga menjadi simbol persaudaraan garis haluan dan agama di Inggris pada periode Renaisans. Jack Goody internal
The Culture of Flowers
menyebutkan bahwa pembaharu Protestan seperti mana kaum Puritan melihat tulisan bunga—yang mereka asosiasikan seperti May Day, laksana pengaruh pemalsu pagan yang menghancurkan moralitas Kristen. Jack Goody sekali lagi menyebutkan perkara bala yang menyita karangan anak uang di Oxford pada May Day 1648.

Sepanjang penggulingan Charles I di Inggris, goresan bunga melambangkan simpati Royalis maupun kelompok pro-kerajaan. Di Bath, Somerset, penobatan Charles II dari Inggris ditandai dengan sebuah prosesi 400 gadis dengan warna putih dan baru, mengapalkan mahkota emas, mahkota yang terbuat pecah rente, dan gubahan bunga yang terbuat dari laurel yang dicampur dengan tulip. Prosesi ini dipimpin oleh istri walikota seorang.

Di Indonesia, karangan anak uang identik dengan perayaan, baik perayaan kesenangan seperti ritual ijab nikah, perayaan wisuda, hari lahir, sampai dengan perayaan kematian. Termasuk juga seumpama bacot syukur, yang plonco-bau kencur ini warga Jakarta lakukan kepada Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat. Ribuan karangan bunga tersebut berdatangan di Balai Kota sejak Jumat (21/04/2017). Hingga sekarang, (28/04/2017), Auditorium Kota diramaikan warga bagaikan ajang wisata coretan bunga.

Baca :   Cara Mengobati Lele Moncong Putih

Seni Merangkai Bunga

Bunga yang hadir di banyak ritual upacara tentunya juga mempertimbangkan sisi estetika dan melibatkan seni dalam teknik perangkaiannya. Seni merangkai bunga berkembang di seluruh negara, pelecok satunya ikebana di Jepang. Keunikan ikebana yaitu bentuk penyusunan bunga yang linier dan mengutamakan sebelah kesederhanaannya. Ikebana memanfaatkan berbagai rupa bunga dan rumput-rumputan. Rangkaian gambar dalam ikebana didasarkan tiga titik yang mewakili langit, bumi, dan manusia.

Seni merangkai bunga ini berawal dari tradisi persembahan bunga di kuil Buddha di Jepang. Perkembangannya pun bersamaan dengan perkembangan agama Buddha di Jepang. Berbeda dari Jepang, seni merangkai bunga di Amerika bertambah banyak dipengaruhi oleh perpaduan budaya timur dan barat. Ciri khasnya yaitu buket bunga menggunakan pot yang pangkat.

Di Eropa, meronce anak uang sebagai seni formal purwa kali didokumentasikan di kalangan orang Belanda pada abad ke-18. Pengaturan merenteng bunga tersebut digunakan lakukan menghias rumah-rumah keluarga berpunya aristokrat.

Di Inggris, tulisan bunga mulai populer privat bentuk S yang selanjutnya disebut catatan bunga kurva Hogarthian. Tiba diperkenalkan pula karangan berbentuk dok dan piramida. Karangan bunga tersebut bisa ditemui di perjamuan makan.

Di Indonesia sendiri, kita dapat menemukan sejumlah tulangtulangan karangan anakan, mulai dari
hand bouquet
buat upacara ijab kabul, wisuda, dan ulang tahun, sampai dengan karangan bunga papan untuk perayaan dies natalis alias bacot songsong anugerah.

Sudahkah Engkau mengirim karangan rente masa ini?

(tirto.id –
Sosial Budaya)

Reporter: Yulaika Ramadhani

Penyadur: Yulaika Ramadhani

Penyunting: Maulida Sri Handayani



Karangan Bunga Digunakan Pada Saat

Source: https://tirto.id/karangan-bunga-dari-masa-ke-masa-cnA2

Check Also

Yongki Komaladi Asli Dan Palsu

Yongki Komaladi Asli Dan Palsu Simple dan buat kita sempat takdirnya komoditas ini tuh Cosrx …