“Di dieu mah, baheula, minum godogan kirinyuh hungkul….. teu ka rumah sakit,”
tutur seorang ibu di Kampung Patung mengkisahkan seseorang yang terlampau akhirnya sembuh berpokok diabetes parah dan nyaris diamputasi.

Tumbuhan semak yang banyak ditemukan di pinggir alas jalur Puncak Dua Bogor inipun ternyata bisa mencegah kanker serfiks, rematik, leukemia, kista, dan weduk untuk mengendalikan vertigo.

Seperti pernah diceritakan GI privat catatan berseri tentang Sukawangi, bahwa desa di kawasan jalur Puncak Dua Bogor Timur tersebut begitu bersahaja dan masih kental nuansa agraris.  Meski secara jarak tidak jauh pecah ibu kota (Bogor dan Jakarta), dan tidak layak disebut terisolir, tetapi fasilitas umum di kawasan ini masih ‘segala apa adanya’, termasuk sarana kesegaran mahajana.

Hikmahnya, jika lain plus terdepan dan mendesak, warga bertambah menggantungkan perawatan kesehatan pada alam. Berbagai kearifan tradisional yang berkaitan dengan herbal pun kerab ditemukan di tengah masyarakat Sukawangi.

Perkampungan di desa ini yakni dusun-dusun yang berjejer di sekitar tepian pangan belantara. Pada lahan-lahan yang terabaikan (enggak digarap petani) biasanya dirimbuni plural tumbuhan samun. Salah-satunya, dan paling banyak ditemui adalah
kirinyuh
(Chromolaena Odorata).

Oleh sebagian ki akbar warga, sejak lalu tumbuhan liar ini dijadikan andalan buat penjagaan kesehatan. Justru cak agar tidak guncangan (dalam kondisi cegak) pun air rebusan daun kirinyuh diminum. “Meski tubuh segar dan  tidak kena ki aib,” tutur Buta aksara Cucum (70 th), salah koteng ibu di Kampung Patung Sukawangi.

Di dieu mah, baheula, minum godogan kirinyuh hungkul….. teu ka flat sakit,”
ucapnya mengkisahkan seseorang nan tinggal akibatnya sembuh dari glikosuria parah dan nyaris diamputasi.

Baca :   Membedakan Kaos Champion Ori Dan Kw


Bernas Khasiat

Pernyataan Sang Umi itu patut berdalil, karena ternyata kirinyuh memang kaya khasiat. Ketika  GI
searching
di google, banyak kata sandang menamakan bahwa pokok kayu gelap ini sungguh luar biasa.

Jika sejauh ini, daun kirinyuh digunakan untuk mengobati luka luar sebagaimana sayatan. Banyak butir-butir yang menyebutkan bahwa manfaat daun kirinyuh kian dari itu. Diantaranya untuk mengobati ki kesulitan rematik, leukimia, dan pengobatan kista. Bahkan tidak hanya itu, kirinyuh pula bisa mencegah tumor ganas serfiks, antagonistis diabetes, dan weduk kerjakan mengamankan vertigo.

Kirinyuh (Chromolaena odorata L.) atau biasa disebut gulma siam  merupakan keseleo satu gulma nan tergolong berdaun sintal. Kirinyuh dapat bertaruk di rawa dan lahan basah lain, tidak belaka merecup di lahan tandus atau pegunungan.  Berdasarkan sebuah literatur, tumbuhan kirinyuh diperkirakan sejak tahun 1910 telah menyebar luas di distrik Indonesia.

Konon, kirinyuh berasal dari Amerika Selatan dan Tengah, yang lebih jauh hambur ke distrik tropis seperti mana Asia, Afrika, dan Pasifik, tumbuhan ini kemudian digolongkan misal gulma invasif. Pokok kayu ini mampu bersemi dan berkembang dengan dulu cepat yang berupa samun berkayu mewujudkan kelompok  dan dapat mencegah pertumbuhan tanaman lain sehingga sangat merugikan maka disebut bagaikan pesaing agresif. Kirinyuh diperkirakan memiliki efek
alelopati
yang dapat menyebabkan keracunan ternak sampai-sampai hingga kematian.

Makanan fusi pada kirinyuh meliputi beragam minyak atsiri,
flavonoid, steroid, alkaloid, fenolik, saponin, tanin. Lega ekstrak air daun kirinyuh terdapat zat-zat anti bakteri nan boleh menghambat pertumbuhan bibit penyakit penyebab kebusukan puas sayuran.

Salah suatu campuran didalam perasan air patera kiinyuh diperkirakan dapat membancang pertumbuhan bakteri dan cendawan pada tanaman cabai ahmar. Senyawa tersebut adalah metabolit sekunder golongan
steroid.  Senyawa steroid merupakan salah suatu paduan metabolit sekunder. Golongan paduan steroid diketahui mempunyai aktifitas bio-racun serangga, antibakteri, fungisida. Mekanisme steroid perumpamaan antibakteri menyebabkan kebocoran pada liposom yang gandeng dengan membaran lipid dan sensibilitas terhadap komponen steroid.

Baca :   Deposito Mandiri Per Bulan


***Riz***